Senin, 13 Juni 2011


Musik: Dari sekedar Hiburan Sampai Terapi Penyembuhan

Musik adalah suatu keindahan yang berasal dari kumpulan suara melodi, ritme, dan harmoni sehingga dapat membangkitkan emosi bagi yang mendengarnya. Hampir semua orang pasti menyukai musik, mulai dari anak-anak sampai orang tua, entah itu dengan cara memainkannya langsung atau hanya sekedar mendengarkan saja. Hal ini karena musik merupakan implementasi dari proses kreatif manusia yang melibatkan otak kanan.
Perkembangan kepribadian seseorang juga memengaruhi dan dipengaruhi oleh jenis musik yang didengar. Pemilihan jenis musik yang disukai bisa dibilang membantu kita untuk memberikan nuansa hidup yang kita butuhkan. Misalnya, agar tenang kita bisa mendengarkan lantunan jazz, suara distorsi musik rock dan metal bisa membuat semangat, dan apabila untuk santai, mungkin lagu-lagu raggae dan blues bisa menjadi pilihan.
Secara tidak sadar, ternyata musik banyak sekali memberikan efek-efek positif terhadap manusia. Bukan sekedar menjadi peluang bisnis bagi orang yang terjun ke dunia industri musik yang bersifat materil, akan tetapi kepada rohani dan kesehatan manusia. Menurut beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli, terapi musik ini bisa memeberikan manfaat seperti meningkatkan kreatifitas, mengurangi kecemasan dan stress, meningkatkan intelegensi, mengubah mood menjadi lebih positif, dan  meningkattkan daya konsentrasi. Hal ini dipertegas oleh H. Alingerman dalam bukunya yang berjudul “The Healing of Music”, yang menyebutkan beberapa fungsi dari musik: meningkatkan vitalitas fisik, menghilangkan kelelahan, meredakan kecemasan dan ketegangan, meningkatkan daya konsentrasi, memperdalam hubungan dan memperkaya persahabatan, merangsang kreativitas dan kepekaan, dan memperkuat karakter serta perilaku positif.
Setiap genre/aliran musik memberikan pengaruh yang berbeda-beda. Musik jazz misalnya, menjadikan mood menjadi lebih baik apabila mendengarnya. Musik rock yang selama ini dianggap sebagai musik yang memekakan telinga, setelah diteliti oleh Leigh Riby dan George Caldwell Psikolog dari Glasgow Cladenian University ternyata bisa meningkatkan produktivitas ketika sedang bekerja. Musik klasik yang terkenal dengan efek mozart salah satu istilah untuk efek yang bisa dihasilkan sebuah musik yang dapat meningkatkan intelegensia seseorang ternyata bisa bermanfaat dalam bidang kesehatan. Samuel halim dalam penelitiannya menemukan bahwa efek Mozart dapat membantu penyembuhan penyakit Alzheimer (sakit yang biasa diderita oleh lanjut usia ditandai dengan susah berjalan, bicara, dan jarang bergaul). Penelitian lain yang dilakukan oleh Campbell menemukan bahwa musik klasik bisa lebih membantu penyembuhan penyakit-penyakit seperti stress, kanker, dyslexia, dan tekanan darah tinggi.
Meski efek musik pada orang sehat tidak sebesar pada orang sakit, akan tetapi dalam hal ini musik berperan sebagai terapi preventif. Dalam praktiknya, terapi musik bisa terdiri dari dua hal yang aktif dan pasif. Dengan pendekatan aktif, maka pasien dapat turut aktif berpartisipasi. Misalnya, saat mereka mendengarkan musik, mereka dapat ikut bersenandung, menari, atau hanya sekedar bertepuk tangan. Sedangkan yang sifatnya pasif jika pasien hanya bertindak sebagai pendengar saja. Meski mereka tampak pasif, namun sesungguhnya aktivitas mentalnya tetap terjaga. Para Pakar Medis masih berhati-hati sebelum menyatakan secara tegas efek penyembuhan oleh musik, terapi musik bukanlah pengganti perawatan medis standar, namun hanya bersifat melengkapi. Akan tetapi,  hubungan antara musik dan penyembuhan selama ini jelas positif. 
Moh.Ade Irwan Saputra
Sumber bacaan pendukung:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar