Senin, 13 Juni 2011

Mereka Dalam Puisi

Itu Jalanmu, Ini Kehendakku
Asya Sherina Khansa*

Saat kau benar-benar tak kenal dampak
Saat kau rasa waktu membuatmu tercampak
Detik dunia memukul ubunmu bak kampak
Usahamu menangis mencari jalan tak tampak

Kemudian senyummu simpul dengan dosa
Lelah akan tangis darahmu yang berkuasa
Gantikan penyesalan kini kau perkasa
Lakukanlah, kau dan Tuhan lakoni masa

Sumbat kuping dengan angkuhmu
Hentak kakimu, mereka tak ada hak, jangan jemu
Itu tanggungan saat kau dengan-Nya bertemu
Itu kau, ini aku, itu jalanmu, ini kehendakku



Dilema Dunia
Vega Mediana*

Kemarin, aku adalah aku
Tanpa arah ku berlari
tanpa otak ku berpikir

Sujudku menahan gejolak hancurnya pola dunia
mataku terpaku terenyah
Melihat indahnya alunan dosa-dosa
Dosa-dosa yang telah sombong berdiri tegak menantang

Ku berlari
Mengejar dinginnya ruang hampa
Mengisi kalutnya amarah yang membara
Mulutku terbuka dan aku berucap
Ku ingin berontak
Tapi ku hanya sanggup teriak
Diriku terhempas
Dan aku terjebak

Hanccurkan hasrat yang membuatku gelap
Menuju temaram senja yang menghadang
Rapuhku menghilang



Batas
Tsarina Maharani*

Meletup-letup
Seperti biasa, masih seperti dulu
Kadang pelan
Kadang kasar
Kadang tak tertahankan

Seringnya tak bisa ku ungkapkan
karena batas
Karena sekat yang kita buat

Tak pernahkah kau sadar
Kadang aku mengungkapkannya sembunyi-sembunyi
Tersirat
Di balik deretan kalimat yang aku kirim kepadamu

Aku suka sekali merasakan indahnya
Ketika aku menulisnya
Memilih kata demi kata
Lalu menghapusnya begitu saja

Aku terlalu takut
 Lalu aku mencoba menulisnya lagi dari awal
Merenung
Membayangkan kata-kata apa yang pantas


Agar kamu mengerti
Agar kamu mudah memahami
Apa yang sebenarnya ingin aku sampaikan

Dan aku sadar
Kita berdua
Selalu berusaha
Sembunyi-sembunyi mengungkapkan cinta yang masih tersisa
Sejak hari itu
Saat batas itu tercipta



Dari Kami Untuk Para Guru
Cintya Widya N*

Kami hanya manusia biasa
Miliki noda penuh kesalahan
Noda dalam setiap baris partitur kami

Sebab itu kami membutuhkan melodi
Melodi indah yang miliki warna gradasi
Dan melodi itu adalah Anda
Selaksa musik klasik yang merdu

Kami bukan manusi sempurna
Layaknya puisi musikalisasi yang menyatu
Menyatu dalam setiap nada harmonis

Hanya inspirasi dapat sempurnakan kami
Menjadikannya sebuah instrument
Bukan sekedar instrument
Melainkan instrument klasik yang harmonis

Dan inspirasi tersebut adalah Anda
Sebab Anda sempurnakan musik klasik kami, partitur, melodi, puisi, serta instrument kami




Curahan Hati
Arvin Satya Ramadi*

Kau tahu betapa hambarnya rasa ini
Kau tahu betapa hancurnya
Saat kau mengatakannya
Merasuk dan menghempas segala yang terpikir di benakku

Akulah si keledai liar
Akulah si anjing bodoh
Akulah si kepala baja
Yang selalu mencela, menentang, membangkang

Tapi sayang
Kebencian ini tak sebanding dengan cintamu
Dan aku sadar
Yang kau lakukan adalah yang terbaik untukku

*Penulis adalah siswa-siswi SMAN 3 Kota Tangerang Selatan
Tempat saya melaksanakan PPKT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar