Dia
Moh. Ade Irwan Saputra
Matanya bercahaya bila menatap
Bila dia tersenyum, laksana bulan sabit ada di bibirnya
Kulitnya yang sawo matang
Membuat mata tak pernah jemu memandang
Jari-jarinya yang lentik selalu berhasil membuatku menggelitik
Itulah dia…
Diamnya emas
Tapi candanya seringkali membuatku lemas
Itulah dia…
Yang membuat hatiku berkelana
Betapa Bodohnya
Moh. Ade Irwan Saputra
Berdiri di atas impian
Merangkak di atas khayalan
Tanpa ada gerak mendukung jalan
Kaku dan bisu jadi satu
Menapak tanpa arah
Seakan diri ini pasrah
Semua semakin pasrah
Musnah sudah harapan iindah
Betapa bodohnya
Dan Bila
Moh. Ade Irwan Saputra
Bila ada yang bertanya siapa wanita cantik itu?
Dialah kekasih hatiku
Bila ada yang bertanya apakah diriku bahagia dekat dengannya?
Aku sangat bahagia
Dan bila ada yang bertanya apakah dia mengakui keberadaanku di sampingnya?
Itulah persoalan yang belum ada jawabannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar